Polisi dan Bulog gelar Pasar Murah Bekasi

Pasar Murah Ramadhan. Sejumlah warga mengantre untuk membeli Sembako murah di pasar murah Peduli Rakyat di Lapangan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/6/2017). Pasar murah yang berlangsung selama bulan Ramadan tersebut diselenggarakan untuk mengantisipasi lonjakan harga Sembako pada bulan Ramadan dan perayaan Idul fFtri 1438 H. (ANTARA/Yusran Uccang)

Bekasi (ANTARA News) – Kepolisian Daerah Metro Jaya bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar Pasar Murah kepada 300 warga di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

“Kegiatan ini mengangkat tema Gerakan Stabilitas Pangan yang digelar secara acak di wilayah Polda Metro Jaya,” kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari di Bekasi.

Menurut dia, kegiatan itu digelar di Gedung Serba Guna Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi sejak pukul 11.00 WIB.

“Jumlah warga yang berbelanja berkisar 300 orang dari wilayah Kota Bekasi,” katanya.

Kapolsek Bekasi Utara Kompol Suroto dalam sambutannya mengatakan kerja sama Polda Metro Jaya dengan Bulog ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan selama Ramadhan.

Metode transaksi dilakukan secara antre dengan membagikan kartu urutan kepada masyarakat setempat.

Adapun komoditas yang ditawarkan kepada masyarakat berupa beras premium seharga Rp56 ribu per 5 kilogram, beras medium plus Rp45 ribu per 5 Kilogram, gula pasir Rp11.900 per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per kilogram, daging sapi Rp78 ribu per kilogram, bawang merah Rp22.500 per kilogram.

“Totalnya ada 11 komoditas yang kami tawarkan di pasar murah kali ini,” katanya.

Salah satu konsumen pasar murah, Nia Kurnia (35) mengaku telah mengincar daging sapi segar karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran saat ini.

“Sekarang harga daging sapi di pasaran di atas Rp100 ribu per kilogram, tapi di sini cuma Rp78 ribu per kilogram. Dapatnya juga susah, soalnya yang antre banyak,” katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Copyright : antaranews.com