Polisi Tetapkan HR Adik Ipar Pelaku Bom Kampung Melayu Jadi Tersangka

Polisi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus teror bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu (foto/ist)

DEPOK, PJ – Polisi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus teror bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu. Pelaku AS, WS dan JS ditetapkan tersangka Rabu (31/5/2017). Kemudian HR, adik ipar dari pelaku bom bunuh diri AS, ditetapkan sebagai tersangka, Jumat ( 2/6/2017).

HR tersangka ditahan di Markas Korps Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. “Sudah resmi dilaksanakan penahanan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto.

Dari percakapan dalam barang bukti ponsel yang diamankan Densus 88, menjadi petunjuk kuat keterlibatan HR dalam aksi peledakan. HR menghubungi dua pelaku bom bunuh diri, yakni AS dan INS.

Setyo mengatakan, dua di antaranya belum ditetapkan status hukumnya. Sebab, masih dalam proses pemeriksaan. “Hasil pemeriksaan lanjutan untuk barang bukti ditemukan di rumah tersangka Ahmad Sukri. Ditemukan barang bukti yang sama dengan diduga bom kampung Melayu, satu kontainer panci presto, 24 sentimeter ukurannya. Mereknya sama dengan yang diduga (digunakan untuk bom di Kampung Melayu),” ujarnya.

Dari penggeledahan yang dilakukan di rumah kontrakan Ahmad Sukri di Garut, Jawa Barat, Setyo mengungkapkan, ditemukan sejumlah bahan untuk teror bom di Kampung Melayu. “Yang kedua ditemukan casing detenator. Itu dibuat dari lempengan kaleng minuman dan serbuk korek api dan isian bahan peledak utama TATP. Ditemukan di rumah Ahmad Sukri,” ujarnya.

Tersangka dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

Copyright : porosjakarta.com