Punya Kulkas Sampai Laptop Kok Listriknya Disubsidi

Jakarta – Sejak Januari 2017 lalu, pemerintah secara bertahap mencabut subsidi pada pelanggan PLN yang memiliki daya 900 KV. Targetnya, sebanyak 19 juta rumah tangga yang dianggap mampu tak lagi menikmati subsidi listrik.

Kementerian ESDM berasumsi, selama ini dengan pola penyaluran subsidi yang ada saat sebelumnya, malahan membuat pelanggan rumah tangga untuk tegangan 900 VA menikmati subsidi dua kali lipat ketimbang subsidi yang diterima pelanggan PLN yang benar-benar tidak mampu.

Asumsinya, dalam sebulan, pelanggan 900 VA tak mampu rata-rata hanya menggunakan daya kurang lebih 70 kWh yang berasal dari 3 lampu, 1 seterika, 1 penanak nasi, dan 1 televisi hanya menerima subsidi dalam sebulan hanya Rp 52.290/bulan.

Di sisi lain, pelanggan 900 VA yang dianggap mampu dalam sebulannya menggunakan daya 140 kWh yang berasal dari penggunaan 5 lampu, 1 setrika, 1 penanak nasi, 1 televisi, 1 kulkas, 1 pompa air, dan 1 komputer, bisa menerima subsidi listrik Rp 104.580/bulan.

“Arah subsidi energi dalam APBN harus turun, untuk pembangunan yang lebih adil dan merata,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dalam keterangannya, Selasa malam (20/6/2017).

Pelanggan rumah tangga 900 VA yang menikmati subsidi listrik, menurut Jonan, didominasi oleh mereka yang mampu. Sedangkan kategori pelanggan 450 VA memang didominasi oleh masyarakat miskin dan tidak mampu.

Pencabutan subsidi pada jutaan pelanggan 900 VA ini didasarkan pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Seperti diketahui, penyeleksian rumah tangga tak mampu dilakukan mulai 1 Januari 2017 berdasarkan UU Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. (idr/wdl)

Copyright : detik.com