Real Madrid juara Liga Champions, Ronaldo: Angka tak berdusta

Cristiano RonaldoHak atas foto Getty Images
Image caption Cristiano Ronaldo telah mencetak 67 gol dalam lima musim Liga Champions terakhir.

Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa ‘angka tidak bisa berdusta,’ sesudah mencetak dua gol saat Real Madrid mengalahkan Juventus 4-1 dalam final Liga Champions di Cardiff.

“Ini adalah salah satu momen terbaik dalam karir saya, tapi sepertinya saya bisa mengatakan hal yang sama setiap tahun,” katanya.

“Orang tidak akan bisa mengkritik saya, karena angka tidak berbohong,” katanya merujuk catatan gol dan piala yang diraihnya.

Gol di kedua paruh waktu membuat catatan gol Ronaldo di Liga Champions menjadi 105, saat Real menjadi tim pertama sejak AC Milan pada tahun 1990 yang menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut.

Hak atas foto Ian MacNicol/Getty Images
Image caption Tampil impang di paruh pertama, tapi REal Madrid begitu dominan atas Juventus di paruh kedua, berbuah trofi Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut.

Juventus tampil luar biasa selama 45 menit pertama pertandingan yang berlangsung menghibur dan terbuka, ditandai gol pembuka Ronaldo menit ke 20, yang disamakan tendangan akrobatik Mario Mandzukic di menit 27.

Tapi setelah jeda, Real tampil sangat dominan, sementara Juventus tampil kewalahan. Real menambah gol melalui Casemiro (menit 61), Ronaldo lagi (64) dan pemain pengganti Marco Asensio (90), dan klub terkaya dunia ini pun memenangkan piala antar klub Eropa yang ke-12 dan yang ketiga dalam empat musim terakhir.

Ronaldo sendiri telah memenangkan Liga Champions dalam empat kesempatan, satu lainnya bersama Manchester United (musim 2007-2008) dan sekarang, dengan 105 gol, telah mencetak 11 gol lebih banyak dalam kompetisi tersebut dibanding pesaing terdekatnya, legenda Barcelona, Lionel Messi.

Hak atas foto David Ramos/Getty Images

Zidane merasa bagai menari

Keberhasilan menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut adalah sejarah baru. Dan ini merupakan pencapaian kepelatihan yang luar biasa dari mantan jenderal lapangan tengah Real, Zinedine Zidane. Ia menjadi pelatih Prancis pertama yang memenangkan Liga Champions dua kali, setelah bulan lalu membawa klub tersebut meraih gelar La Liga pertama sejak 2012.

“Saya merasa bagaikan menari,” katanya. “Saya menganggap diri saya sebagai penghuni rumah ini (Real Madrid).

“Klub ini sungguh bersemayam di hati saya dan kami akan menikmati kemenangan ini. Hari ini adalah hari yang benar-benar bersejarah bagi Real Madrid, untuk semua penggemar Madrid.”

Hak atas foto Matthew Ashton – AMA/Getty Images
Image caption Buffon sudah memenangkan Piala Dunia, delapan gelar Serie A Italia, dan Piala Uefa – namun tak pernah memenangkan Liga Champions.

Buffon kembali gagal

Kiper veteran Juventus Gianluigi Buffon menjadi fokus banyak pendukung netral sebelum pertandingan: pemain berusia 39 tahun itu bertanding di finalnya yang ketiga di Liga Champions.

Tapi, seperti kekalahan dari AC Milan pada tahun 2003 dan dari Barcelona pada tahun 2015, Gianluigi Buffon kembali menorehkan vcatatan tak kenyenangkan sebagai pihak yang kalah di final yang ketiga.

“Kami pikir kami cukup punya segalanya untuk memenangkan pertandingan,” katanya. “Ini merupakan kekecewaan besar.”

“Saya tidak bisa menjelaskan mengapa kami bermain seperti yang kami tampilkan di babak kedua. Real Madrid pantas menang di babak kedua, mereka menunjukkan kelas dan sikap yang dibutuhkan untuk tampil dalam permainan di tingkat ini.”

Di usianya yang ke-39, Buffon boleh dikata sudah memenangkan segalanya, termasuk juara dunia bersama Italia, namun medali kemenangan Liga Champions tak pernah terkalungkan di lehernya.


Analisis mantan kapten Inggris, Alan Shearer

Zinedine Zidane telah menjawab tantangan spektakuler malam ini. Cara dia menangani pemain besar dan keyakinan yang dia tunjukkan dalam perannya, sangat bagus. Di babak kedua, tak pernah ada saat yang menunjukkan bahwa mereka dalam bahaya untuk kalah.

Zidane telah mencapai sesuatu yang sangat istimewa malam ini. Untuk menjadi yang pertama mempertahankan Liga Champions sejak 1990 – sungguh tak bisa disepelekan. Terlalu mudah untuk mengatakan bahwa dia memiliki para pemain luar biasa, karena pelatih harus bisa mengelola mereka. Dia berhasil dan dia melakukannya dengan gaya yang begitu bagus.

Copyright : bbci.co.uk