Realisasi BBM Satu Harga, Pertamina Rogoh Rp300 Miliar

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) telah membangun lembaga penyalur Bahan Balar Minyak (BBM) di 25 titik hingga Juli 2017. Pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T ini merupakan realisasi untuk Program lndonesia Satu Harga.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan, biaya yang dikeluarkan Pertamina untuk program ini hanya meliputi biaya operasional. Sementara untuk infrastrukturnya Pertamina bekerja sama dengan pihak swasta.

“Karena investasinya kan penyalurnya itu yang bangun swasta. Tapi operating cost (Pertamina) bertambah karena harus masuk ke pelosok,” kata dia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu 16 Agustus 2017.

Dirinya menambahkan, kenaikan biaya operasional ini mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan perusahaan pelat merah di bidang energi tersebut. Hingga kini Pertamina telah merogoh dana mencapai sekira Rp300 miliar.

“Biaya operasi naik, ya kalau dengan 25 titik ini kurang lebih kan Rp300-an miliar, kalau sampai akhir tahun ini selesai 50 titik sesuai penugasan pemerintah ya (biaya operasional yang dikeluarkan) Rp800-an miliar. Itu tambahan biaya operasi tahun ini,” jelas dia.

Hingga saat ini Pertamina telah membangun penyaluran ke wilayah terluar di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Untuk mencapai 50 titik di tahun ini, Pertamina akan mengembangkan penyaluran ke beberapa wilayah di antaranya Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sesuai rencana, Program lndonesia Satu Harga ditargetkan mencapai 159 titik wilayah 3T hingga 2019. Iskandar memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk realisasi program tersebut bisa mencapai Rp3 triliun.

(AHL)

Copyright : metrotvnews.com