Ren Zhenfei, Pensiunan Tentara di Balik Raksasa Huawei

Jakarta – Selain dikenal dengan pabrikan handphone China, Huawei juga disebut-sebut sebagai produsen hardware telekomunikasi terbesar di China. Siapa yang menyangka, jika perusahaan tersebut awalnya didirikan oleh pensiunan tentara dengan modal US$ 5.000 atau sekitar Rp 66,5 juta (kurs Rp 13.300).

Adalah Ren Zhenfei, orang di balik kesuksesan Huawei sampai seperti sekarang ini. Semakin besarnya Huawei di sektor telekomunikasi di China, bahkan dunia, mengantarkan Ren menjadi orang terkaya nomor 1.028 di dunia dengan total kekayaan US$ 2,2 miliar atau Rp 29,26 triliun.

Seperti yang dikutip dari Forbes, Minggu (4/6/2017), Kakek Ren adalah seorang koki handal di Provinsi Zhejiang. Ayahnya, Ren Moxun, gagal menyelesaikan kuliahnya ketika sang kakek meninggal. Saat diduduki Jepang, ayahnya membawa Ren ke Guangzhou untuk bekerja di pabrik senjata pemerintah.

Selepas lulus SMA, Ren berkuliah di Universitas Chongqing di jurusan Teknik Sipil dan kemudian mendaftar menjadi Tentara Pembebasan Rakyat atau People’s Liberation Army (PLA) tahun 1974.

Pada tahun 1982, Ren pensiun dari tentara karena pengurangan jumlah tentara untuk penghematan anggaran pemerintah China, sehingga berdampak pada pemberhentian 500.000 tentara aktif. Setelah menjadi warga sipil, baru dirinya pindah ke Shenzen dan bekerja sebagai pegawai jasa logistik di Shenzhen South Sea Oil Corporation.

Namun lantaran tak puas dengan tempat kerjanya, Ren memutuskan keluar dan membangun bisnis perdagangan suku cadang elektronika dan telekomunikasi. Saat itu, Huawei hanya menjual peralatan telepon yang dibelinya dari Hong Kong. Tak disangka, perusahaannya terus mengalami pertumbuhan pesat seiring industrialisasi China. Tahun 2015 lalu, Huawei mencatatkan laba US$ 5,69 miliar. (idr/mkj)

Copyright : detik.com