Rencana Kaisar Akhito turun takhta disetujui parlemen

Akihito, JepangHak atas foto AFP/TORU YAMANAKA
Image caption RUU turun takhta Kaisar Akihito masih memerlukan persetujuan dari Majelis Tinggi.

Majelis Rendah Parlemen Jepang sudah mensahkan Rencana Undang-Undang yang mengizinkan Kaisar Akihito, yang berusia 83 tahun, turun takhta.

Tahun lalu Kaisar mengejutkan rakyat Jepang karena mempertimbangkan untuk turun takhta namun tidak ada undang-undang yang memungkinkannya.

RUU ini akan menjadi undang-undang pekan depan jika disetujui oleh majelis tinggi parlemen walau hanya berlaku untuk Kaisar Akihito saja.

Jepang tidak menghadapi kaisar yang turun takhta selama dua abad terakhir setelah Kaisar Kokaku mundur tahun 1817 lalu.

Berdasarkan RUU untuk Kaisar Akihito maka turun takhta harus berlangsung dalam waktu tiga tahun sejak ditetapkan.

Hak atas foto AFP/TOSHIFUMI KITAMURA
Image caption Diperkirakan Kaisar Akihito (ketiga dari kiri) akan menyerahkan takhta kepada putra mahkota Pangeran Naruhito (kedua dari kiri) pada tahun 2018.

Kaisar Akihito diperkirakan akan menyerahkan takhta kepada putra mahkota Pangeran Naruhito pada tahun 2018, bersamaan dengan usia 85 tahun.

Kekaisaran Jepang diyakini sebagai yang tertua yang masih bertahan hingga saat ini dengan usia diperkirakannya mencapai 2.600 tahun.

Keberadaannya sempat terancam setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II karena kekuasaan Sekutu ingin mengakhiri tentara kekaisaran Jepang yang bergerak menguasai sejumlah kawasan Asia.

Namun panglima Amerika Serikat, Jenderal Douglas MacArthur, yang memimpin pendudukan pascaperang meminta agar tetap dipertahankan dengan kekuasaan yang jauh berkurang.

Konstitusi baru Jepang yang dipaksakan Amerika Serikat meniadakan status ‘semi dewa’ dari Kaisar, yang dijadikan ‘lambang nasional’ sebagai bagian dalam upaya demokratisasi negara itu.

Copyright : bbci.co.uk