Reses SSM, Warga Tanjung Priok Masih Pertanyakan KJL

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengunjungi konsituen dalam acara Reses Tahun Anggran 2017 (foto/Merwyn-PJ)

TANJUNG PRIOK, PJ – Warga RW 016 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok masih mempertanyakan KJL (Kartu Jakarta Lansia) yang hingga kini belum kunjung direalisasikan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Posyandu Balita dan Lasia, IBu Fariyah, dalam tanya-jawab pada acara Reses Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, dari PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa Rabu (7/6/2017) petang.

Fariyah bersama Daud, Ketua RW 016 yang baru terpilih pada 2 Juni 2017 lalu, duduk berdampingann dengan Steven Setiabudi Musa. Keduanya menyampaikan tentang keluh-kesah warga setempat utamanya tentang KJL. Keduanya melaporkan bahwa warga yang lansia sudah mendaftar ke Kelurahan Tanjung Priok dalam jumlah yang cukup banyak. Setumpuk surat permohonan warga di Kelurahan Tanjung Priok sebut Ibu Fariyah.

Sebab, katanya, setiap lansia nanti akan mendapatkan dana sebesar Rp600.000. Sayangnya janji itu hingga kini belum ada realisasinya. “Sudah banyak warga yang bukan saja mendaftar, akan tetapi sudah sangat berharap ada uang dari pemerintah untuk Lansia,” tutur Fariyah.

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengunjungi konsituen dalam acara Reses Tahun Anggran 2017 (foto/Merwyn-PJ)

Menjawab keluhan itu, Steven Setiabudi Musa, mengatakan, yang lansia itu harus dilihat baik-baik. Mana lansia yang layak mendapatkan KJL, mana yang tidak.

Menurut Steven yang layak mendapatkan KJL adalah lansia miskin. Jangan sampai lansia yang kaya juga ikut-ikut antri untuk mendapatkan KJl.

Dia mencontohkan ibunya. Ingin mendapatkan kartu KJL, akan tetapi ditolak oleh Steven, karena bagaimana Ibunya dapat KJL, sementara anaknya Anggota Dewan. Contoh Steven disambut gelak tawa Ibu Fariyah dan ibu-ibu lainnya malam itu.

Nanti, kata Steven, dibuatkan aturannya dulu. Mana saja yang bisa memperoleh KJL, harus ada kriterianya dulu katanya. Karena itu ia meminta kepada Ibu Fariyah, dan Pak Daud supaya sosialisasikan ke warga tentang KJL.[]

Copyright : porosjakarta.com