Rudiantara lestarikan tradisi “nanggok” saat Lebaran

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku kerap menerapkan tradisi “Nanggok” saat merayakan Idul Fitri bersama keluarganya.

“Kami suka ada tradisi Nanggok. Jadi caranya saat cium tangan dikepalin uang,” ujar Rudiantara yang ditemui di rumah dinasnya, di Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Minggu.

Nanggok adalah sebuah tradisi memberi uang dalam jumlah tertentu kepada para tamu yang datang ke rumah pada Hari Raya Idul Fitri.

Mantan Komisaris Indosat ini mengaku mengenal budaya tersebut dari istrinya, Triana Rudiantara yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, yang mana masyarakat di sana diketahui kerap menerapkan tradisi tersebut.

“Karena istri saya orang Minangkabau, ada tradisi Nanggok. Jadi suka menyiapkan uang Tanggok. Dari om dan tante juga suka seperti itu,” ucap alumnus Universitas Padjajaran tersebut.

“Jadi, karena sekarang kami boleh dianggap sudah senior. Kami yang memberi tanggokan kepada keponakan yang belum bekerja. Tapi om dan tante yang lebih tua masih suka ngepalin uang, itu tradisi yang bagus,” katanya seraya tertawa.

Kini, kata Menkominfo, keluarganya memiliki tradisi baru saat merayakan Lebaran, yakni mengadakan “open house”, yang sekaligus menjadi ajang silahturahim dengan sanak-saudara.

“Sejak saya tugas di pemerintahan, setelah melaksanakan Shalat Ied, pasti ada open house. Tapi tetap saya sempatkan datang ke kakak dan adik saya,” jelas dia.

Pada open house Lebaran 2017 ini, kediaman Menkominfo juga mendapatkan kunjungan dari beberapa petinggi perusahaan telekomunikasi, di antaranya dari Telkom, Indosat, Tri, dan XL.

Pejabat negara, yakni Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin juga sempat menyambangi rumah dinas Menkominfo pada Minggu sore.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Copyright : antaranews.com