Satgas Pangan & Kementan fokus pada Disparitas Harga Beras

Mentan dan Kapolri

Jakarta (WMI) -Satgas Pangan dan Kementan kedepannya akan fokus pada disparitas harga beras. Hal ini disampaikan dalam rakor satgas pangan yang berlangsung di Mabes Polri, antara Kapolri dan Mentan (5/7).

“Karena beras merupakan pangan pokok utama dan ada 56 juta petani yang hanya menikmati keuntungan 65 trilyun rupiah sedangkan 400 ribu pedagang menikmati keuntungan 123 trilyun rupiah  Ketidakseimbangan ini  masalahnya ada di middleman, diantaranya masih ada yang  menimbun,” jelas Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Untuk itu saya minta Reskrimsus bentuk tim khusus yang menangani beras termasuk ditingkat Mabes, Polda untuk tangani khusus beras, amati setiap hari harga beras di pasar-pasar utama, apakah harga meliwati harga eceran tertinggi atau tidak. Ini perintah Presiden, dan harus dilaksanakan terkait pengawasan harga beras dipasaran.Untuk itu mafia beras akan kita kejar dan akan kami lakukan penegakan hukum, kegiatan ini akan kami evaluasi setiap dua minggu,” sambung Tito.

Begitu pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan mengenai tahun pertama yang fokus pada produksi. Dimana produksi naik 2000 persen ditahun kedua, hal ini merupakan prestasi yang telah dicapai melalui swasembada beras. Kita tidak impor beras, cabai dan bawang. Akan tetapi ternyata ada disparitas harga di lapangan yang harus ditangani.

Lebih jauh Amran menambahkan tentang persoalannya bukan karena harga ditingkat petani, tetapi harga di middleman. Pemerintah komitmen mensejahterakan petani karena jika petani untung dia tidak akan  tergantung APBN. “Mimpi kita petani untung, karena jika petani tidak untung, mereka tidak akan berproduksi. Dan yang kita harapkan petani untung, pedagang untung dan masyarakat tersenyum,” harap Mentan yang disambut dengan tepuk tangan meriah (MT).

foto: HumasKementan