Sebagian pengungsi Gunung Agung diimbau untuk pulang

Bali, Gunung Agung, pengungsiHak atas foto AFP
Image caption Pihak berwenang mengatakan hanya menghimbau warga dari luar zona berbahaya untuk pulang dan bukan sebagai paksaan.

Pemerintah Provinsi Bali sudah mengimbau agar warga yang tinggal di luar zona bahaya letusan Gunung Agung untuk kembali ke rumah mereka dari pengungsian.

Alasannya adalah jumlah pengungsi yang melonjak dua kali lipat dari yang diperhitungkan, namun ditegaskan warga tidak dipaksa untuk pulang ke rumah di desa yang tak termasuk dalam kawasan berdampak Gunung Agung.

“Untuk pemulangan warga, itu imbauan, arahan Pak Gubernur. Kita tindak lanjuti, didata dulu warga kita yang mengungsi di Karangasem berapa yang di luar KRB (Kawasan Rawan Bencana). Itu setelah pasti datanya, kita imbau. Bukan kita pulangkan,” jelas Kepala Pelaksana Badan Pengelola Bencana Daerah, Putu Widiada.

“Kalau tidak mau pulang, ya mau kita apakan, kan tidak mungkin dipaksa. Secara psikologis masyarakat kita tidak siap untuk dipulangkan. Dipulangkan, kalau terjadi apa-apa, kita juga pemerintah salah,” tambahnya.

Salah satu desa yang dianggap pemerintah berada di luar zona bahaya dengan radius 12 km adalah Duda Timur di Karangasem dan Ni Nyoman Tri Artika -seorang warga desa itu- sudah sempat mengungsi.

Saat ditemui di kamp pengungsian di Desa Paksebali, Klungkung, dia mengaku bingung dengan imbauan tersebut karena pemerintah yang awalnya menyuruh mereka mengungsi.

“Kami merasa seperti ibarat binatang, kayak bebek gitu. Disuruh ke sana disuruh ke sini. Dan perasaan kami juga, bagaimana pemerintah memperhatikan masyarakat.”

Image caption Pengungsi yang dihimbau pulang meminta ada surat resmi untuk jaminan keselamatan.

Meski begitu Artika mengatakan tidak akan menolak untuk kembali ke rumahnya jika memang diminta pihak berwenang selama ada jaminan keselamatan.

“Kami memohon kepada pemerintah supaya satu bahasa. Kalau kami disarankan untuk mengungsi, kami sudah terbukti mengungsi. Berikan surat resmi untuk kami dijamin bahwa kami ke depannya aman, menjamin hidup kami ke depan,” kata Artika.

Bagaimanapun Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, meminta dusun yang lokasinya dianggap berbahaya -meski berada di luar radius 12 km- untuk melapor.

“Kalau masih ada desa atau dusun, tentu yang paling tahu kepala desa. Di mana posisi dusunnya karena wilayah seperti itu kan tidak sama dengan garis. Kalau peta dilingkari begitu kan garis lurus artinya.”

Hak atas foto AFP
Image caption Kawasan berbahaya ditetapkan berupa radius 12 km dari Gunung Agung.

“Untuk hal-hal seperti itu, tentu kepala dusunnya harus menulis surat kepada pemerintah daerah supaya bisa juga di-cover sebagai masyarakat yang harus kita ungsikan,” tambah I Wayan Artha Dipa.

Sejauh ini, BNPB melaporkan sekitar 2.400 pengungsi telah kembali ke rumah mereka secara sukarela.

Meski begitu, jumlah pengungsi hingga Minggu (01/10) diperkirakan masih berjumlah sekitar 141.000 jiwa atau 70.000 jiwa lebih banyak dari yang diperhitungkan pemerintah provinsi Bali.

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk