Seram, Aksi Singa Laut Seret Bocah Perempuan ke Laut

Senin, 22 Mei 2017 | 23:02 WIB

Seram, Aksi Singa Laut Seret Bocah Perempuan ke Laut

Singa Laut menyeret anak gadis ke laut di lokasi wisata Kanada. Kredit: Jukin Media/Daily Mail

TEMPO.CO, London – Seorang bocah perempuan di Kanada terkejut dan seketika terjengkang ditarik seekor singa laut ke dalam laut.  Insiden itu bermula ketika para pengunjung di Steveston Fisherman’s Wharf, di Richmond, British Columbia, Kanada tengah menikmati kelucuan seekor singa laut.

Awalnya para pengunjung tertawa ketika singa laut itu melompat untuk mencoba menggapai seorang anak perempuan. Karena menganggapnya lucu, sang bocah kemudian mendekati singa laut itu dengan duduk di tepi dermaga.

Baca juga: Kumis Singa Laut Bikin Wanita Ini Dapat Gelar S2

Namun tidak lama kemudian, singa laut itu tiba-tiba melompat dan meraih gaun anak itu sebelum menariknya ke dalam air. Bocah itu terjengkang dan terlempar ke dalam air.

Melihat itu, mendadak sontak para pengunjung berteriak histeris. Kkeluarga anak kaget dan ketakutan. Seorang pria yang belakangan diketahui sebagai kerabat gadis itu kemudian melompat ke air dan mengangkatnya ke tempat yang aman.  Beruntung tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Insiden itu sendiri berhasil terekam kamera seorang pengunjung, Michael Fujiwara.

Baca juga: Singa Laut Ini ‘Menelan’ Kepala Pawangnya 

“Singa laut benar-benar menarik banyak perhatian dari para pengunjung di sana, termasuk gadis muda tersebut. Dia dan keluarganya, memberi makan remah-remah roti atau apa pun itu, dan kurasa hewan itu menyukainya. “Mereka cukup terguncang oleh insiden itu,” kata Fujiwara, seperti yang dilansir Guardian pada 21 Mei 2017.

Menanggapi insiden itu, seorang pakar mamalia laut dari Universitas British Columbia, Prof Andrew Trites, sepenuhnya melemparkan kesalahan kepada para pengunjung.

Trites mengingatkan bahwa singa laut merupakan satwa liar dan bukan hewan sirkus. Mamalia laut itu dikatakan terbiasa dengan hidup liar, jadi tidak dibenarkan para pengunjung untuk memberinya makan.

“Harusnya para pengunjung bisa menjaga jarak dengan hewan itu. Biarkan satwa liar tetap menjadi satwa liar,” kata Trites.

GUARDIAN|YON DEMA

Copyright : tempo.co