Serangan ganda di Teheran ‘kejutkan’ masyarakat di Iran

Makam KhomeiniHak atas foto AFP
Image caption Seorang perempuan dilaporkan menembak sejumlah orang sebelum meledakkan diri di makam pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini.

Serangan ganda dengan sasaran Parlemen Iran dan makam Ayatollah Khomeini di ibu kota negara itu pada Rabu (07/06) mengejutkan rakyat Iran maupun orang asing di sana.

Hal itu disebabkan karena selama ini Iran relatif aman dibandingkan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“Selama ini Iran secara keseluruhan relatif cukup aman dibandingkan negara-negara Timur Tengah atau sekitarnya. Tentu kejadian ini cukup mengejutkan tidak hanya bagi masyarakat Iran tetapi juga bagi warga asing di Iran,” kata Kepala Protokoler dan Konsuler di KBRI Teheran, Dedi Yanuardi, dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Serangan di gedung parlemen, menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Mohammad Hossein Zolfaghari, dilakukan oleh orang-orang bersenjata yang menyamar dengan memakai baju perempuan dan menerobos ke gedung serta melepaskan tembakan.

Klaim ISIS

Di tempat terpisah, seorang perempuan yang diduga sebagai salah satu penyerang dilaporkan menembak sejumlah orang sebelum meledakkan bomnya.

Hak atas foto TASNIM NEWS AGENCY/REUTERS
Image caption Aparat keamanan berusaha menguasai gedung Parlemen Iran.

Sejauh ini jumlah korban yang tewas dilaporkan mencapai 12 orang dan banyak lainnya cedera. Kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan di ibu kota Iran tersebut.

Jika klaim ISIS tersebut benar, maka serangan ini menjadi serangan ISIS pertama di wilayah Iran yang mayoritas penduduknya memeluk Islam Syiah. ISIS menganggap Syiah sebagai ajaran yang menyimpang dan harus diperangi.

Seorang warga Teheran, Fatar, menuturkan ia bersama para anggota keluarganya terkejut dan khawatir dengan terjadinya peristiwa terbaru ini.

“Mereka terkejut karena ini pertama kali serangan ISIS terjadi di Iran. Karena itu, mereka terkejut, mereka panik. Mengapa seperti itu?” ujar Fatar.

Yang membuat warga terkejut, tambah Fatar yang fasih berbahasa Indonesia itu, adalah selama ini mereka menganggap ISIS tidak beroperasi di negara mereka.

“Orang-orang di kota Teheran sedikit khawatir karena mereka pikir mungkin ISIS akan menyerang lagi di Teheran tapi polisi tadi bilang tidak usah khawatir karena sekarang sudah aman. Semua orang teroris sudah dibunuh.”

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang anggota parlemen Iran menyelamatkan diri setelah terjadi serangan di gedung parlemen.

Serangan ganda di ibu kota Teheran yang diklaim dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) sontak menjadi berita utama media resmi dan media sosial di Iran.

“Media-media sosial di Iran dan juga kantor-kantor berita Iran yang memiliki website sudah menayangkan berita ini. Jadi sudah menjadi headline. Bahkan kalau kita ikuti dari grup-grup media sosial mereka, WhatsApp, Telegram itu terdapat foto-foto kejadian,” jelas Kepala Protokoler dan Konsuler di KBRI Teheran, Dedi Yanuardi.

Ditambahkannya KBRI telah meminta warga Indonesia yang berada di Iran untuk menghindari tempat-tempat keramaian dan jika beraktivitas di luar rumah, mereka disarankan senantiasa membawa kartu identitas untuk menantisipasi pemeriksaan keamanan.

Sekitar 300 waraga negara Indonesia tercatat berada di Iran, sebagian besar adalah mahasiswa, kata Dedi Yanuardi.

Copyright : bbci.co.uk