Serangan Sadis ISIS di Masjid Syiah Afganistan, 28 OrangTewas

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 18:36 WIB
Pasukan kepolisian Afghanistan berusaha menolong seorang anak kecil usai terjadinya aksi bom bunuh diri dan bentrokan antara pasukan Afghanistan dan gerilyawan di sebuah masjid Muslim Syiah di Kabul, Afghanistan, 25 Agustus 2017. Serangan tersebut terjadi saat jamaah menjalankan ibadah shalat subuh. REUTERS

Pasukan kepolisian Afghanistan berusaha menolong seorang anak kecil usai terjadinya aksi bom bunuh diri dan bentrokan antara pasukan Afghanistan dan gerilyawan di sebuah masjid Muslim Syiah di Kabul, Afghanistan, 25 Agustus 2017. Serangan tersebut terjadi saat jamaah menjalankan ibadah shalat subuh. REUTERS.

TEMPO.CO, Kabul – Saksi mata mengemukakan kengerian yang ditimbulkan oleh serangan milisi ISIS di masjid Syiah di Kabul, Afganistan, saat jemaah menunaikan salat Jumat, 25 Agustus 2017. Sedikitnya 28 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka.

Milisi ISIS yang berjumlah empat orang melakukan serangan beruntun berupa ledakan bom bunuh diri dan rentetan tembakan sesudahnya di masjid Syiah di Kabul. Ketika mereka kehabisan amunisi, mereka membantai jemaah yang terjebak di dalam masjid dengan pisau. Suasana mengerikan itu membuat jemaah dan warga sekitar masjid panik dan ketakutan.


“Penyerang membantai orang-orang seperti domba tapi tidak ada yang bisa pergi dan menyelamatkan mereka,” kata Murtaza, seperti yang dilansir Al Jazeera pada 26 Agustus 2017.

Baca: ISIS Klaim Peledak Bom di Masjid Syiah Afganistan

Murtaza, seorang anak muda yang orang tuanya terjebak di dalam saat serangan tersebut menjelaskan, banyak orang yang tergeletak di lantai dan tidak ada yang mencoba menyelamatkan mereka.

Saksi mata lainnya mengatakan serangan diawali dengan ledakan bom bunuh diri seorang milisi ISIS di depan pintu masuk Masjid Imam Zaman di lingkungan Qala-Najara, Kabul. Milisi lain menyerbu masuk sembari melemparkan sebuah granat dan dilanjutkan dengan tembakan.

Serangan mengerikan itu berlangsung selama hampir empat jam pada siang hari sebelum empat milisi ISIS itu ditembak mati.

“Ulama yang memimpin salat Jumat termasuk di antara korban yang tewas,” kata Mir Hussain Nasiri, seorang anggota Dewan Ulama Syiah Afganistan.

Baca: Amerika: Ibu Segala Bom Menghantam Markas ISIS di Afganistan

Serangan tersebut berakhir setelah para milisi kehabisan amunisi dan mulai menggunakan pisau untuk membunuh jemaah. Beberapa korban termasuk anak-anak dan perempuan.

Masjid berlantai dua itu mampu menampung hingga 1.000 orang. Lantai pertama digunakan untuk jemaah laki-laki dan lantai kedua untuk jemaah perempuan.

Seorang petugas polisi, Mohammad Sadiq Muradi, menjelaskan, pihak keamanan berusaha masuk ke masjid tersebut namun mengundurkan diri setelah salah satu penyerang meledakkan diri.

Saat polisi berusaha masuk ke masjid, milisi ISIS itu memblokir pintu yang mengarah ke lantai dua untuk menyandera jemaah perempuan dan anak-anak.

Mohammad Salim Rasouli, kepala rumah sakit Kabul, mengumumkan pada Sabtu, 26 Agustus, bahwa selain 28 korban tewas, terdapat setidaknya 50 orang terluka.

Baca: Pemimpin ISIS di Afganistan Tewas Dibunuh Koalisi AS

Seluruh korban yang tewas dimakamkan pada Sabtu pagi, 26 Agustus. “Kami biasa menghadiri upacara seperti Asyura di masjid ini, tapi hari ini saya mengubur mayat mereka di sini,” kata Hussain Ali, yang kehilangan seorang teman dalam serangan tersebut.

Serangan sadis ini merupakan yang terbaru oleh ISIS di Ibu Kota Afganistan. Bulan lalu ISIS menyerang Kedutaan Besar Irak di Kabul. Beberapa hari setelah serangan di Kedutaan Irak, ISIS juga bertanggung jawab atas serangan bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Provinsi Herat barat, yang menewaskan 32 orang.

Setelah itu, ISIS mengeluarkan peringatan bahwa milisinya akan menyerang tempat ibadah Syiah di Afganistan.

AL JAZEERA | YON DEMA


Sumber RSS / Copyright : tempo.co