‘Seratus gajah dibunuh per hari,’ kritikan terhadap rencana Trump izinkan impor buruan gajah

Populasi gajah Afrika menurun drastis.

Pegiat binatang mengecam keras langkah Presiden Trump yang akan mengizinkan pemburu AS mengimpor hasil buruan gajah ke Amerika, membatalkan larangan yang diterapkan Obama pada 2014.

Laporan media Amerika mengutip badan federal pemerintah yang menyebutkan izin itu akan dibuka hari Jumat (17/11) bagi hasil buruan legal gajah hanya di Zambia dan Zimbabwe.

Kelompok konservasi gajah marah besar atas langkah ini dengan menyataka melalui Twitter, “Tindakan tercela pemerintahan Trump.”

“100 gajah mati dibunuh setiap hari…dan langkah ini akan meningkatkan perburuan,” tambah kelompok itu.

Setiap tahun sejak 2010, populasi gajah Afrika turun rata-rata 7%, atau lebih dari 30.000 per tahun.

Banyak pengguna media sosial, termasuk sejumlah pendukung Trump seperti wartawan Fox News, Laura Ingraham, juga ikut mengkritik.

Putra-putra Presiden Trump diketahui berkunjung ke Afrika untuk ikut dalam perburuan.

Salah satu foto Dunald Trump junior menunjukkan ia memegang ekor gajah yang mati.

Badan Satwa Amerika US Fish and Wildlife Service (USFWS) mengatakan biaya untuk perburuan dapat membantu konservasi binatang yang dilindungi.

Impor hasil buruan meningkatkan bertahannya binatang di alam liar?

Para pakar mengatakan populasi gajah Afrika semakin anjlok, turun sekitar 30% dari 2007-2014, menurut data pada 2016 oleh Great Elephant Census.

Kelompok non profit ini menemukan bahwa populasi gajah di Zimbabwe saja turun 6%.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian kalangan khawatir pencabutan larangan ini dapat meningkatkan perburuan gajah.

Gajah dikategorikan dalam Akta Spesies yang Dilindungi di AS, namun ada pasal dalam hukum di Amerika yang mengizinkan impor hasil buruan binatang bila ada bukti cukup bahwa biaya yang dihasilkan dapat membantu upaya konservasi.

USFWS mengatakan kepada media di Amerika bahwa mereka menerima informasi baru dari para pejabat di Zimbabwe dan Zambia bahwa mereka mendukung pencabutan larangan impor hasil buruan.

USFWS mengklaim bahwa langkah itu akan “meningkatkan bertahannya spesies itu di alam liar.”

Pernyataan badan itu menyebutkan, “Olahraga berburu legal dan diatur sebagai bagian dari program yang dapat menguntungkan konservasi sejumlah spesies dengan memberikan insentif kepada komunitas lokal untuk menjaga spesies dan memberikan anggaran yang sangat diperlukan untuk konservasi.”

Para pejabat mengumumkan perubahan kebijakan itu dalam forum pekan ini yang diorganisir Yayasan Safari Club Internasional yang pro perburuan.

Organisasi ini bermitra dengan Asosiasi Senjata Nasional untuk melobi perubahan peraturan.

Pada 2015, seorang dokter gigi dari Minnesota membunuh singa terkenal yang diberia nama Cecil di taman nasional Hwange, Zimbabwe.

Kematian Cecil menimbulkan kemarahan besar di AS dan Zimbabwe dan menyebabkan pemburu itu bersembunyi.

Hak atas foto Getty 

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk