Sidang vonis kasus video Ahok: Buni Yani sebut soal ‘laknat Allah’

Sebelum sidang penjatuhan putusan, Selasa (14/11) Buni Yani meminta kesempatan bicara, untuk mengatakan bahwa jika dinyatakan bersalah, ia berharap ‘yang menuduh dan menjatuhkan putusan’ akan dilaknat Allah.

Dalam sidang yang berlangsung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Buni Yani sebagaimana biasanya mengenakan kemeja putih, disambut sejumlah pendukungnya.

Atas izin Ketua Majelis Hakim M Saptono, Buni Yani meminta waktu bicara sebelum sidang dimulai, lapor wartawan Bandung, Julia Alazka.

“Saya sudah melakukan sumpah Muhabalah, yang merupakan sumpah tertinggi dalam Islam, bahwa saya tidak pernah memotong video itu,” kata Buni Yani.

Maka, katanya, “Bila hari ini saya tetap diputuskan bersalah memotong video, biar orang yang menuduh saya dan juga orang yang memutuskan perkara ini …. maka orang-orang tersebut akan dilaknat oleh Allah swt…”

Buni Yani didakwa dengan Pasal 32 ayat 1 UU ITE tentang “mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.”

Buni Yani didakwa dengan pasal UU Informasi Teknologi Elektronik (ITE). Jaksa penuntut menilai perbuatan Buni Yani yang memberikan keterangan tambahan yang tak sesuai dengan ucapan Ahok, pada video pidato di Kepulauan Seribu serta mengunggahnya di akun Facebook miliknya tanpa seijin Pemprov DKI Jakarta, telah melanggar UU tersebut.

Buni Yani juga dinilai melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE dengan memotong video yang asalnya berdurasi 1 jam 48 menit menjadi 30 detik.

“Dengan menghilangkan kata ‘pakai’ dan menambahkan caption ‘PENISTAAN TERHADAP AGAMA? ‘(pemilih muslim)’ dan (juga bapak-ibu) serta ‘Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini’, tanpa seijin Dinas Komunikasi, Informastika, dan Statistik (Diskominfomas) Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik rekaman sekaligus pemilik akun youtube Pemprov DKI Jakarta,” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan, beberapa waktu lalu.

Ahok sendiri kemudian dijatuhi hukuman dua tahun penjara dalam pengadilan di Jakarta, untuk perkara penistaan agama.

Sidang putusan masih sedang berlangsung.

Sebagaimana sidang-sidang terdahulu, kali ini pun sejumlah orang yang merupakan massa dari beberapa kelompok garis keras seperti API Jabar, FPI Jabar dan Bang Japar melangsungkan unjuk rasa di luar gedung pengadilan.

Sejumlah tokoh oposisi yang datang dan mendukung Buni yani, antara lain Amien Rais, Eggi Sudjana, Fahira Idris, dan Neno Warisman.

Amien Rais sempat turut berorasi di mobil mimbar.

Mereka menuntut agar Buni Yani dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.

Hak atas foto JULIA ALAZKA

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk