Sinergitas Kinerja kecamatan barometer percepatan pembangunan

Sinergitas Kinerja kecamatan barometer percepatan pembangunan

Walikota Depok (Baju Putih)

Beji (WartaMerdeka.id) – Bertempat di Aula Kecamatan Beji, Walikota Depok, KH. Idris Abdul Shomad memberikan arahan pada program kegiatan penilaian sinergitas kinerja kecamatan tingkat kota, pada kamis pagi 7 September 2017.
Walikota Depok yang datang dengan di bonceng sepeda motor, setiba di kantor Kecamatan Beji, Walikota di sambut oleh tarian Kembang Depok, sebagai tarian ucapan selamat datang yang dibawakan oleh penari dari sanggar Lebah.

Camat Beji (Kiri) dan Walikota Depok (Kanan)
Camat Beji (Kiri) dan Walikota Depok (Kanan)

Camat Beji mengatakan bahwa, kunjungan Tim Penilai tingkat Kota adalah dalam rangka penilaian sinergitas kinerja kecamatan Beji dalam satu tahun masa kerja. Dirinya juga menambahkan “tiga bulan pertama adalah membangun sinergitas ASN se kecamatan beji, agar terbangun satu sikap dalam pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan beji, pelayanan dengan senyum, ramah dan bersahabat, sebagai wujud pencapaian program “Depok Freindlycity” setelah internal ASN se Kecamatan Beji sudah terbangun sinergitas, maka selanjutnya adalah membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan pemerintah di tingkat kecamatan, kapolsek, DanRamil, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta dengan komponen kepemudaan di wilayah kecamatan Beji” papar Ues Suryadi bersemangat.

Lalu lanjutnya, bahwa titik akhir dari terbangunnya sinergitas antara aparatur dengan masyarakat adalah terbentuknya keluarga yang sejahtera, ramah, murah senyum serta terbentuknya depok yang bebas sampah, termasuk program RW Ramah Anak sebagaimana visi Kota Depok, Nyaman, Unggul dan Relegius, Imbuh camat Beji. Selanjutnya, pencapaian target kota layak anak, kota bebas sampah, erwe ramah anak serta kota yang nyaman, unggul dan relegius tidaklah bisa diraih tanpa peran serta seluruh komponen masyarakat.

Menurut Hamid Wijaya Ketua Tim Penilai Sinergitas Kinerja Kecamatan, tujuan penilaian sinergitas kinerja kecamatan antara lain memacu kreatifitas, inovasi di setiap kecamatan dalam rangka mempercepat proses pembangunan. Sementara sasaran yang hendak dicapai adalah adanya camat yang unggul, yang mampu mengkoordinasikan potensi yang ada di kecamatannya, membangun iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang mengedepankan semangat kolaborasi yang positif dengan segenap potensi masyarakat di kecamatanya, dan menyelesaikan permasalahan yang ada di kecamatan dengan semangat “win win solution”.

Hamid kembali mengingatkan, bahwa fungsi Lurah yang kini menjadi pembantu Camat, bukan lagi sebagai perangkat daerah, disinilah letak strategisnya posisi Camat saat ini yakni sebagai simpul pendelegasian kewengan Walikota kepada Camat, kecamatan adalah miniatur dinas dinas. Papar Hamid

Di tempat yang sama Walikota Depok mengabsen kehadiran para pemangku kepentingan, dan mengingatkan bahwa tujuan absen kehadiran tersebut adalah sebagai bukti, bahwa sudah terbangunnya sinergitas dengan para pemangku kepentingan benar adanya, bukan sekedar laporan ABS saja, atau sekedar memenuhi standar pelaporan sinergitas belaka, sekaligus sebagai bukti sudah terjalinnya kolaborasi yang baik.

Kolaborasi sinergitas tersebut harus sinkron dengan tujuan pemerintahan, oleh karenanya dalam penilaian sinergitas kinerja harus ada renstra yang terkoneksi dengan rencana kerja tahunan, pun juga harus ada monitoring evaluasi secara berkala, yang akan muncul adalah hasil, baik output maupun outcome, inilah yang dikatakan kinerja, Kata Idris serius.

Sementara untuk tingkat kecamatan, Beji memperoleh nilai C tetapi nilai LAKIP kecamatan Beji naik dari tahun kemarin, 35,95 tahun ini 37,09, meski naik tetapi tidak signifikan karena tidak ada kesesuaian antara renstra dengan rencana kerja tahunan.

Walikota mengisyaratkan bahwa dengan adanya pelimpahan kewenangan pelimpahan walikota kepada kecamatan, semisal pengadaan barang dan jasa (barjas) dibawah nilai 200 juta atau masuk dalam lingkup barjas penunjukan langsung kedepan tidak lagi di kelola oleh dinas tetapi ada di kewenangan camat. Dalam kesempatan tersebut Walikota juga menyampaikan kabar, bahwa Kota Depok masuk rangking dua setelah kabupaten Bandung dalam penilaian penyelenggaraan pemerintahan terbaik tingkat Propinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan wawancara terkait program System Satu Arah (SSA), walikota Depok menanggapi terkait demo penolakan SSA yang digelar di jalan Dewi Sartika, bahwa “penerapan uji coba SSA itu tentunya sudah melalui berbagai kajian, jadi kalau ada pihak yang keberatan dengan SSA ya disampaikan saja kepada pemkot, kita akan terbuka dan akan memberikan solusinya, kita ga akan tutup mata, jadi kalau SSA ini banyak mudoratnya, minimal sama antara manfaat dan mudoratnya ya akan saya tinjau kembali” pernyataan WaliKota.