SKK Migas: Penerimaan Negara Proyek Jambaran Tiung Biru sampai Rp48 Triliun

SKK Migas. Foto: Ilustrasi dokumentasi SKK Migas.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan penerimaan negara pada proyek gas Jambaran Tiung Biru mencapai Rp48 triliun.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan hingga 2035 ditaksir penerimaan negara dari lapangan unitisasi ini mencapai USD3,62 miliar atau Rp48 triliun.


“Diproyeksikan penerimaan negara dari proyek ini sampai kontrak selesai di 2035 mencapai USD3,61 miliar atau lebih dari Rp48 triliun,” kata Amien dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 25 September 2017.

Selain penerimaan negara, kata Amien, proyek ini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah maupun nasional. Misalnya, penyerapan tenaga kerja yang mencapai 6.000 orang pada masa konstruksi. Seluruh produksi gas ini juga akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.

“Ini komitmen industri hulu migas memprioritaskan konsumen dalam negeri,” ujar Amien.

Seperti diketahui, kontrak proyek Jambaran Tiung Biru sampai 2035. Alokasi sebesar 100 MMSCFD diperuntukkan ke Pertamina, yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara sebesar 72 MMSCFD akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Harga gas di kepala sumur sebesar USD6,7 per juta british thermal unit (MMBTU), tetap (flat) selama 30 tahun. Dengan biaya toll fee sebesar USD0,9 MMBTU, harga di pembangkit listrik PLN menjadi sebesar USD7,6 per MMBTU.

(SAW)

Sumber RSS / Copyright : metrotvnews.com