Tambak Garam di Jepara Terendam Rob

Metrotvnews.com, Jepara: Di bawah terik matahari, Samsudin, 45 tahun, sibuk mengurangi debit air laut di tambak garam miliknya di Jepara, Jawa Tengah. Dengan kepala ditutup caping, kegiatan itu terpaksa dia lakukan sejak tiga hari terakhir, meski sedang menjalankan puasa. 

Bila debit air laut di tambak garam miliknya tidak dikurangi, tahun ini Samsudin dipastikan gigit jari lantaran tak panen garam.

 

“Ini baru menyiapkan lahan garam. Sudah tiga hari ini rob terus ditambah air hujan,” ujar Samsudin saat disambangi Metrotvnews.com, Sabtu 3 Juni 2017.

 

Samsudin menceritakan, ancaman petani garam seperti dirinya ketika menyiapkan lahan garam adalah air rob dan hujan. Ketika lahan garam yang sudah disiapkan tersiram air hujan, maka dia harus mengulang proses pembuatan lahan garam dari awal.

 

“Kalau rob masih bisa dikurangi airnya, tapi kalau hujan pasti tidak jadi,” kata Samsudin.

 

Terpisah, Ketua Kelompok Petani Garam, Sukahar menyampaikan, seluruh area tambak garam di wilayah Kecamatan Kedung, Jepara, tergenang rob. Itu sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Rob mulai datang siang hingga sore.

 

“Kalau luas tambak garam di Kecamatan Kedung jumlahnya mencapai ratusan hektare dan itu terendam rob semua,” ungkap Sukahar.

 

Dampak kerugian materi, Sukahar melanjutkan, kalau hanya dilihat saat ini belum banyak. Tetapi, petani sudah rugi waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk menyiapkan lahan garam.

 

(Kantor Kelurahan Patukangan, Kendal, Jateng, terendam banjir, MTVN – Iswahyudi)

Warga Cemas Banjir Meninggi

Banjir juga terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tujuh kelurahan terendam banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Kendal.

Hingga berita ini dimuat, banjir tak kunjung surut. Malah, banjir mencapai ketinggian hingga 80 cm.

Pantauan Metrotvnews.com, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Patukangan dan Ngilir. Warga khawatir banjir meninggi karena cuaca sedang mendung dan hujan diprediksi turun.

Rohani, warga Patukangan, mengaku banjir mencapai ketinggian 80 cm. Banjir merendam rumah dan jalan. Namun Rohani bingung. Ia tidak tahu kemana harus mengungsi.

“Semakin sore semakin tinggi, saya  tidak tahu harus  bagaimana. Kemarin sahur di atas air, buka di atas air. Tapi belum ada bantuan dari pemerintah. 

(RRN)

Copyright : metrotvnews.com