Tukar Uang Pecahan Kecil, Waspada Tiga Hal Ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang‎ pecahan kecil harus jeli melihat beberapa hal. Sebab, peredaran uang palsu bisa saja terjadi pada saat menjelang hari Lebaran tiba.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, secara kasat mata uang asli atau palsu tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Namun, dengan menjalankan tiga hal maka masyarakat bisa mengetahui dengan pasti jenis uang yang asli.

‎Tiga hal itu berupa “dilihat, diraba, dan diterawang”. Saat dilihat, apakah warnanya sesuai dengan rupiah asli yang dikeluarkan oleh BI atau bukan. Pada saat diraba, apakah ada tanda cetakan yang terasa kasar pada saat tangan menyentuh.

“Terakhir, pada saat diterawang ada watermark‎ yang bisa dilihat di uang kertas. Tapi, sekali lagi secara prinsip, kalau kasat mata dengan 3D masih berlaku,” jelas Deputi Gubernur BI Sugeng, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017.

‎Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi‎ menambahkan, pengamanan rupiah memiliki sistem yang sangat kuat. Tanda pengamanan rupiah bahkan terdiri dari 12 unsur, sehingga sulit dipalsukan.

“Ada delapan sampai 12 pengamanan atau unsur rupiah. Makin tinggi pecahan ada 12 unsur, baik di bahan uang watermark atau proses cetak rectoverso,” papar Suhaedi.

Penindakan Uang Palsu

Jika BI menemukan rupiah palsu pada saat penukaran uang pecahan menjelang Lebaran, ‎lanjut Suhaedi, maka akan ditindaklanjuti bahkan bisa diproses oleh pihak kepolisian.

“Masyarakat sudah tahu secara umum, ini lah harus dilihat. Kalau palsu ditindaklanjuti oleh kepolisian,” tegas Suhaedi.

(AHL)

Copyright : metrotvnews.com