Tumbila Tohe, Malam Pasang Lampu di Gorontalo Dimulai Rabu Lima Hari Jelang Lebaran

Lampu Botol sudah terpasang di lapangan Buntulia Utara, Pohuwato persiapan malam pasang lampu yang dimulai besok, Rabu 21/6/2017. (foto/Zaki-PJ)

Lihat Juga:

POHUWATO, PJ. Tradisi Tumbila Tohe atau malam pasang lampu sudah dipersiapkan oleh warga Gorontalo 5 hari jelang lebaran. Tumbila Tohe merupakan warisan leluhur sejak puluhan tahun lalu.

Pantauan porosjakarta.com, Selasa (20/6/2017), dilapangan Buntulia Utara sudah terpasang lampu sejak kemarin, Senin. Tampak lampu botol itu tertata rapi tanpa sumbu. Sementara, untuk minyak tanah, Seluruh Gorontalo mendapat bantuan dari Dinas Pariwisata.

Menurut Camat Buntulia, Arman Mohamad (46), lampu yang sudah terpasang hanya untuk persiapan saja, dimana jumlahnya kurang lebih 10 ribuan lampu. Supaya kalau tiba hari H-nya mudah untuk dinyalakan.

“Malam pasang lampu akan dimulai Rabu (21/6/2017) malam , tepat Ba’da Magrib, ” ujar Camat Arman Singkat.

Sebenarnya pada era kemerdekaan Tumbila Tohe di Gorontalo sudah ada dan saat itu masih menggunakan Tohe Tutu atau lampu getah kayu yang diambil ditengah hutan.

“Tohe Tutu tidak ada lagi Pak. Sekarang sudah lampu minyak tanah. Ini saya jualan 1000 rupiah satu botol, ” kata Lisna (41) pada porosjakarta.com, Selasa (20/6/2017).

Kalau ada yang pesan 100 botol, katanya, akan dapat benus. Misalnya, beli 5000 rupiah jadi 6 botol. Tahun lalu Polres Pohuwato pesan banyak, tapi tahun ini belum ada yang pesan, kecuali Ibu camat Marisa Utara. Itu pun hanya 100 botol.

Lisna menggelar dagangan lampu botol di Pasar Rakyat Marisa, Pohuwato, Selasa 20/6/2017. (foto/Zaki-PJ

Sebenarnya untuk mendapatkan botol sudah dikumpulkan oleh sang suami, Mansur Kaluku (45), jauh-jauh hari sebelum bulan puasa. Botol-botol itu didapat dimana-mana dan disebuah kafe yang sudah disediakan karung untuk sampah botol, secara gratis.

“Kalau saya nemu botol dijalan, saya pungut saja. Pokonya tidak bisa lihat botollah, hehe, ” kata Mansur diiringi tawa.

Untuk tempat sumbu lampu, sejenis seng, dibuat pasangan suami-isteri ini dengan menggunakan alat apa adanya. Kadang, tangan Lisna luka kena seng saat membentuk bulatan tempat sumbu lampu.

Lampu botol sudah terpasang di Lapangan Buntulia Utara, Pohuwato. (foto/Zaki-PJ)

Biasanya, sebelum pasang lampu, diakuinya, masih sedikit yang beli. Tapi, ketika sudah mulai pasang lampu dan sekaligus cuti PNS, dagangannya habis, seperti pengalaman lebaran tahun lalu, 2016-1437 H.

“Semoga tahun ini (2017-1438 H) terulang lagi.Tapi, namanya rezeki sudah ada yang mengatur, Allah, ” tukas Lisna. [PJ/Zaki]

Copyright : porosjakarta.com