Usai Pembacaan Nota Keuangan, IHSG Melejit 56 Poin

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembacaan pidato nota keuangan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).

Pergerakan IHSG bahkan nyaris menembus level 5.900 pada penutupan akhir perdagangan sore ini. Kenaikan tersebut sebelumnya sudah sempat diprediksi.

Pantauan Metrotvnews.com, Rabu 16 Agustus 2017, IHSG ditutup meroket 56,907 poin atau setara 0,975 persen ke posisi 5.891. Pada bel pembukaan saham pagi ini, IHSG sempat berada di 5.842.

Volume perdagangan sore tercatat sebanyak 7,4 miliar lembar saham senilai Rp5,8 triliun. Sebanyak 166 saham menguat, 153 saham melemah, 128 saham stagnan, dan terjadi 306.614kali frekuensi.

Indeks saham unggulan LQ45 ditutup menguat 7,65 poin atau setara 0,8 persen ke posisi 975. Sedangkan indeks saham syariah JII naik 2,94 poin atau setara 0,4 persen ke 750.

Sore ini, beberapa sektor tampak berada di zona hijau. Sektor pertambangan dan perdagangan masih menjadi sektor yang paling melemah, sedangkan sektor konsumer menguat paling tinggi sebesar 48,16 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melesat Rp1.075 ke Rp68.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp725 ke Rp49.025, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) stabil di Rp525 ke Rp19.525.

Sedangkan saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) anjlok Rp1.025 ke Rp24.925, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melemah Rp250 ke Rp11.000, serta PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp200 ke Rp12.400.

Sebelumnya, IHSG diperkirakan berpeluang menguat didukung oleh sentimen positif dari bursa global. Sementara berdasarkan faktor domestik, data domestik Pemerintah memproyeksikan pendapatan negara dalam RAPBN 2018 sebesar Rp1.878,44 triliun, tumbuh 8,20 persen yoy, hal ini bisa menjadi sinyal positif untuk market.

“Sedangkan pernyataan The Fed yang cukup hawkish menguatkan dolar index, sehingga hari ini kami estimasikan rupiah cenderung tertekan,” demikian dijabarkan Tim Samuel Research, dalam riset hariannya, Rabu 16 Agustus 2017.

(AHL)

Copyright : metrotvnews.com