Wadubes McFeeters Tekankan Pentingnya Kesamaan Nilai AS-Indonesia

Metrotvnews.com, Bekasi: Terjalin sejak 1949, hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat terjalin erat. 

Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, dan AS raksasa ekonomi di benua Barat, bermitra dalam berbagai sektor sejak berakhirnya Perang Dunia II. 

“Kita dekat sekali, ada banyak kesamaan. Ada demokrasi. Indonesia adalah demokrasi terbesar ketiga di dunia dalam hal populasi, sementara AS adalah nomor dua,” ucap Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Brian McFeeters dalam kuliah umum di Unisma Bekasi, Jawa Barat, Jumat 2 Juni 2017. 

Kesamaan kedua adalah hak asasi manusia. Kedua negara sama-sama menjunjung tinggi HAM sebagai sesuatu yang krusial dalam menjalankan seluruh aspek bernegara. 

“Ketiga adalah toleransi. Kita semua saling menghormati. Saya tinggal di Menteng. Ada masjid besar di sana, dan di depannya ada gereja besar. Semua orang beraktivitas seperti biasa. Tidak ada masalah,” ungkap McFeeters. 

Karena memiliki banyak kesamaan, otomatis Indonesia dan AS menjalin kerja sama di beragam bidang. Salah satu yang menjadi sorotan saat ini adalah keamanan dan antiterorisme. Wadubes McFeeters menyinggung masalah bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Mei lalu, yang dinilai sebagai bagian dari tren terorisme global.

Sebagai negara yang juga dilanda serangan teror, AS menilai perlu adanya kerja sama erat dengan Indonesia. 

“Kami dari Kedutaan Besar turut berduka atas serangan bom di Kampung Melayu. Kami mendatangkan ahli dari AS untuk menyelidikinya, seperti dari mana uang untuk aksi terorisme itu datang, bagaimana bom itu dibuat, bagaimana cara mencegahnya, apakah ada hubungannya dengan konflik di Timur Tengah, dan sebagainya,” tutur McFeeters. 

Bidang lain yang menjadi perhatian adalah lingkungan hidup. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia menggenjot segala sesuatu mengenai maritim, dan juga menyerukan blue economy atau perekonomian berbasis kelautan.

“Indonesia dikenal dengan maritimnya, perikanannya. Kami memberikan pelatihan kepada Indonesia bagaimana melindungi kekayaan hayati ini, karang, perikanan, dan lain-lain. Kami ingin Indonesia dapat memaksimalkan potensi kekayaannya,” sebut McFeeters. 

Tidak kalah penting, McFeeters menilai people to people atau hubungan antar masyarakat kedua negara juga merupakan aspek penting dalam kemitraan AS dengan Indonesia. People to people meliputi pertukaran budaya, pelajar, pelatihan bahasa dan lainnya. 

Untuk di bidang pendidikan, Kedubes AS di Indonesia menawarkan YES (Youth Exchange Studies), Access — program pengiriman siswa-siswa Indonesia untuk belajar satu tahun di SMA di AS — Educational USA sebagai jasa konsultasi pendidikan dan jejaring relawan Youth South East Asia Leader Initiative atau YSEALI

“Program favorit saya adalah YES. Program beasiswa untuk remaja Indonesia. Saya melihat siswa YES sebagai calon duta besar, rektor, redaktur dan orang-orang hebat lainnya,” ujar McFeeters.

(FJR)

Copyright : metrotvnews.com