Wimboh Santoso Jadi Ketua OJK, Ini Harapan Industri Asuransi

Jakarta – Industri asuransi umum menyambut baik atas terpilihnya Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2022.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum (AAUI) Julian Noor menyebutkan dari asosiasi diharapkan ada peningkatan kerja sama antara sektor perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank (IKNB) khususnya asuransi.

“Pertama kami ucapkan selamat kepada anggota dewan komisioner, kami mengharapkan OJK bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses produk keuangan, jadi bisa mengintegrasikan ketiga sektor tersebut,” ujar Julian saat dihubungi detikFinance, Jumat (9/6/2017).

Dia mengatakan, saat ini integrasi sudah ada namun harus lebih dimaksimalkan. Karena menurut dia, dibentuknya OJK bertujuan untuk mengintegrasikan 3 sektor yang dulunya terpisah.

“Jadi tidak hanya regulatornya yang digabungkan, juga harus sampai ke produknya, misalnya ada bundling dari 3 sektor itu,” ujar dia.

Selain itu, menurut dia, Asosiasi juga mengharapkan adanya percepatan untuk lembaga penjamin polis (LPP). Karena lembaga ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berasuransi.

“Sama fungsinya dengan Lembaga penjamin simpanan (LPS) di bank ya, saya yakin LPP bisa membuat masyarakat lebih percaya dan men-trigger industri asuransi bisa lebih baik lagi,” imbuh dia.

Kemudian peningkatan law enforcement yakni penegakan aturan di industri asuransi agar kondisi industri bisa lebih kondusif.

Sementara dari segi edukasi dan perlindungan konsumen. Saat ini Julian mengakui masalah di asuransi mash banyak keluhan dari konsumen. Dia menjelaskan, asuransi memang bisnis yang berpotensi untuk menimbulkan dengan nasabah, biasanya terjadi pada klaim.

“Kita lihat peran OJK saat ini sangat besar, selama ini gembira karena OJK punya bidang untuk melindungi konsumen, dulu tidak ada, tapi sekarang juga dibutuhkan effort untuk meningkatkan kualitas industri,” kata dia.

Julian menceritakan, masalah risiko ini memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun bisa diminimalisir. Karena itu dia mengharapkan OJK bisa concern di bidang pengaduan konsumen dan bantu menyelesaikan.

Kemudian, OJK juga diharapkan bisa memaksimalkan lembaga penyelesaian sengketa alternatif. “Ini bisa untuk menyelesaikan masalah lebih cepat, jadi tidak berlarut-larut karena bisa merugikan pihak nasabah dan perusahaan,” tandas dia.

(mkj/mkj)

Copyright : detik.com